• Inspirasi Manfaat

    Sebaik-baik kamu adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain

  • Inspirasi BAIK

    Menjadi BAIK bertindak (Bertanggungjawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif)

  • Inspirasi Berdaya

    Mendorong dalam percepatan menuju perbaikan yang jauh lebih baik

  • Inspirasi Membangun

    Menjadi pribadi yang menebarkan kebaikan-kebaikan di tengah masyarakat

  • Inspirasi Mandiri

    Bermodal kemandirian untuk menggapai sukses di masa yang akan datang

Jumat, 15 Oktober 2021

Perkuat Aksi Pemberdayaan, Rumah Zakat Gelar Upgrading bagi Relawan Rumah Zakat

Para Relawan Rumah Zakat menyimak paparan dari Habib Novan S, Tim Monev Yayasan Desa Berdaya dalam Kopdar Relawan Inpirasi Rumah Zakat di Rumah Dinas Wakil Walikota Salatiga.

Salatiga-Rumah Zakat mengumpulkan puluhan Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Rabu (13/10) di Rumah Dinas Wakil Walikota Salatiga dalam rangka upgrading aksi pemberdayaan di masyarakat. Relawan Inspirasi merupakan relawan Rumah Zakat yang ditempatkan di desa atau kelurahan dalam program Desa Berdaya.


Program Desa Berdaya merupakan program pemberdayaan masyarakat yang meliputi pemberdayaan di bidang religiusitas, ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta lingkungan. 


Hadir dalam kesempatan ini, Habib Novan dan Abdul Hadi dari Yayasan Desa Berdaya Pusat. Selain itu dari Rumah Zakat Cabang Semarang juga turut hadir, yaitu Andriyan dan Ucu.


Habib Novan dalam paparannya menyampaikan tentang penguatan aksi pemberdayaan yang harus dilakukan oleh para relawan. Menurutnya, setiap relawan harus terus meningkatkan kapasitasnya agar semakin memberikan dampak pemberdayaan yang positif kepada masyarakat.


"Kita bersyukur kali ini bisa kopdar secara offline. Saya berharap pertemuan kita kali ini semakin menguatkan ruh pemberdayaan kita kepada masyarakat. Ayo, terus berinovasi dan bersungguh-sungguh meningkatkan kapasitas diri agar masyarakat yang kita bina semakin berdaya," kata Habib Novan.


Andriyan, perwakilan dari Rumah Zakat Cabang Semarang meminta kepada relawan Rumah Zakat untuk menyebarkan kebaikan kepada masyarakat dan membantu funding. Menurutnya, potensi zakat di Jawa Tengah sangat besar dan belum terserap secara optimal. Beliau juga meminta kepada para relawan untuk semakin tertib dalam pelaporan program yang dijalankan di desanya.


"Terima kasih kepada para relawan yang terus melaksanakan program pemberdayaan di desa berdaya. Karena relawan Rumah Zakat merupakan bagian tak terpisahkan dari Rumah Zakat maka kami juga meminta teman-teman dalam funding potensi zakat di Jawa Tengah. Potensinya besar dan belum optimal. Satu lagi, tolong teman-teman semakin tertib dalam pelaporan," kata Andriyan.


Budi Kaswari, salah satu Relawan Inspirasi Rumah Zakat yang bertugas di Kelurahan Kauman Kidul mengaku bersyukur karena upgrading secara offline ini sangat bermanfaat. Pertemuan secara tatap muka langsung sebagai sarana untuk saling memotivasi antar relawan. Selain itu juga menjadi ajang melepas kangen setelah lama tidak bertemu secara langsung.


"Alhamdulillah, kami senang dengan program pertemuan secara langsung seperti ini. Pertemuan ini memberikan motivasi kepada kami untuk terus menjadi pemberdaya yang baik. Selain itu, hari ini juga sebagai momentum untuk kangen-kangenan," kata Budi Kaswari.

Share:

Jumat, 11 Juni 2021

Usai Subuh Berjamaah, Jagal Mumtaza Aqiqah Binaan Rumah Zakat Sembelih Kambing Aqiqah

SEMBELIH: Jagal Mumtaza Aqiqah bersiap menyembelih hewan aqiqah.

Salatiga-Minggu (30/5), Mumtaza Aqiqah unit usaha layanan aqiqah siap saji dari BUMMas Warak Berdaya binaan Rumah Zakat mendapatkan pesanan aqiqah. Usai mengikuti Gerakan Subuh Berjamaah (GSB) di Masjid Al-Ikhlas Warak, Trimo, jagal Mumtaza Aqiqah langsung mengeksekusi kambing jantan pesanan dari konsumen di RPH komplek kandang BUMMas Warak Berdaya.

Trimo Wahyudi, selaku jagal dan pengelola kandang mengatakan bahwa penyembelihan dilaksanakan pagi hari dikarenakan bagi-bagi waktu dengan kegiatan lain. Sebagai bentuk dari pelayanan terbaik kepada konsumen usaha yang dijalankan harus bisa profesional.

"Iya, kita sembelih pagi-pagi sekali ini. Bagi-bagi waktu ada kegiatan yang lain yang harus diikuti juga. InsyaAllah kami siap setiap saat melayani para konsumen. Karena itu sudah menjadi tagline kami," kata Trimo Wahyudi.

Dwi Pujiyanto, Relawan Rumah Zakat yang mendampingi mengatakan meskipun belum banyak, rata-rata setiap bulan ada yang memesan kambing atau domba aqiqah setiap saji. Untuk menyasar masyarakat bawah hingga menengah, Mumtaza Aqiqah mematok harga aqiqah siap saji mulai dari Rp1,6 juta.

"Alhamdulillah, meskipun belum banyak, rata-rata setiap bulan sudah ada pesanan aqiqah siap saji dari para konsumen. Harga yang kami tawarkan mulai dari 1,6 juta rupiah. Para konsumen tidak perlu repot, pesanan sudah diantar sampai rumah dan tentunya free ongkir," kata Dwi Pujiyanto.

Share:

KOPDAR ASPAQIN JATENG DI MAGELANG

KOPDAR ASPAQIN: Usai mengikuti success story usaha aqiqah, para peserta Kopdar Asosiasi Pengusaha Aqiqah Indonesia (Aspaqin) Jateng berpose bersama di Waroeng Wedhus, Candimulyo, Kabupaten Magelang, Senin (8/6/2021).

Magelang-Dwi Pujiyanto (33), selalu Relawan Rumah Zakat sekaligus pembina BUMMas Warak Berdaya mengikuti agenda kopdar member Asosiasi Pengusaha Aqiqah Indonesia (Aspaqin) Jateng, Senin (8/6). Kegiatan ini bertempat di Rumah Makan Warung Wedhus Candimulyo, Kabupaten Magelang, milik member Aspaqin Jateng, Shohib (31).

Hadir memompa motivasi untuk meningkatkan omset bisnis, Muhammad Rian dari Aqiqah 86 Ciputat, Tangerang. Pengusaha muda yang menekuni usaha aqiqah bersama dua temannya ini sudah menyembelih seribuan ekor per bulan. Ia menceritakan bahwa sehari bisa mencapai 30-60 titik pengiriman. Ia berbagi tips agar usaha aqiqah bisa sukses. Setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu branding, marketing, dan selling.

"Kunci sukses dalam usaha aqiqah yang kami terapkan bersama tim kami yaitu branding, marketing, dan selling. Lebih-lebih di era revolusi industri 4.0 ini, kita harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Di kami sudah pakai sistem manajemen yang baik dan menggunakan aplikasi," kata Rian CEO Aqiqah 86.

Narasumber kedua juga tidak kalah hebat, yaitu Muhammad Farij, owner Al-Kautsar Aqiqah yang juga Ketua Aspaqin DIY. Menurutnya, banyak keutamaan yang kita dapatkan dari usaha aqiqah. Selain bernilai bisnis juga sarat akan pahala. Karena aqiqah merupakan ibadah dalam agama Islam. Dengan aqiqah bisa memberikan layanan kepada ummat.

"Aqiqah ini bisnis yang double keuntungan. Tidak hanya keuntungan dunia tapi juga keuntungan akhirat. Karena aqiqah ini bentuk ibadah bagi kaum muslimin," kata Farij.

Dwi Pujiyanto, Relawan Rumah Zakat yang merintis usaha aqiqah merasa mendapatkan suntikan ilmu dan motivasi yang luar biasa. Dengan berkumpul dengan para pebisnis aqiqah bisa sebagai sarana sharing dan menimba ilmu.

"Alhamdulillah, sangat bersyukur bisa mengikuti acara kopdar ini. Bertemu dan sharing bersama para pengusaha muda yang sudah sukses luar biasa. Semoga ilmu yang didapatkan bisa kita praktikkan di Mumtaza Aqiqah di Salatiga," kata Dwi Pujiyanto.

Share:

KHUTBAH JUMAT: ORANG-ORANG YANG ALLAH KEHENDAKI KEBAIKAN

 

Khutbah Jumat

Assalamu'alaikum wrwb

Berikut ini kami lampirkan file naskah Khutbah Jumat dari IKADI DIY dengan Judul Orang-orang yang Allah Kehendaki Kebaikan yang ditulis oleh Ust. Mochammad Arief Makruf, S.Si (Bidang Humas dan Media, PW IKADI DIY). 

Silakan didownload di sini.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum wrwb

Share:

Kamis, 04 Maret 2021

KISI-KISI PENILAIAN TENGAH SEMESTER (PTS) GENAP SMPIT IZZATUL ISLAM GETASAN TAHUN 2020/2021

 


Assalamu'alaikum wrwb

Berikut saya lampirkan file KISI-KISI PTS GENAP SMPIT IZZATUL ISLAM GETASAN.

Silakan didownload klik DOWNLOAD atau DOWNLOAD.

Kisi-kisi sudah sangat detail dari nomor ke nomor, silakan dipelajari dengan sebaik-baiknya. Semoga mendapatkan hasil yang terbaik.

Jangan lupa tinggalkan komen di kolom komentar.

Terima kasih

Wassalamu'alaikum wrwb.


Share:

Jumat, 18 Desember 2020

Sosialisasikan Kesetiakawanan Sosial, Ida Nurul Farida Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian di Era Pandemi

Ida Nurul Farida, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah saat menyampaikan Penyuluhan Kesetiakawanan Sosial di hadapan perangkat desa Butuh, Ketua RW, dan Ketua RT, Kamis (17/12) di Komplek Ponpes Sabilul Khoirot Tengaran.

Tengaran-Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Penyuluhan Sosialisasi dalam rangka Peningkatan Kualitas Tanggungjawab dan Kesetiakawanan Sosial, Kamis (17/12) di Aula Zainal Mahmud Center, Komplek Ponpes Sabilul Khoirot Tengaran. Selaku narasumber yaitu Ida Nurul Farida, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah dan Sri Sunarringsih Rismonowati dari Dinas Sosial Kabupaten Semarang. 


Dalam paparannya di hadapan Perangkat Desa Butuh, Ketua RW, dan Ketua RT, Ida Nurul Farida mengajak untuk menjaga semangat gotong royong dan saling membantu di antara warga. Lebih-lebih jika ada warga yang harus menjalani isolasi mandiri karena terpapar Covid-19 atau kontak erat dengan warga terpapar. 


"Kami mengajak kepada bapak-ibu pemangku wilayah untuk mengajak masyarakat agar saling tolong-menolongdi era Pandemi Covid-19 ini. Dengan semangat gotong royong InsyaAllah kita bisa melewati Pandemi Covid-19 ini dengan baik. Mari terus jaga imunitas dan disiplin protokol kesehatan," kata Ida Nurul Farida.


Sedangkan, Sri Sunarringsih Rismonowati dari Dinas Sosial Kabupaten Semarang berpesan kepada peserta untuk mengusulkan warga yang miskin yang tinggal di wilayahnya agar mendapatkan bantuan. Karena kalau tidak diusulkan, mustahil bisa dapat. Ia juga berpesan kepada Ketua RT untuk tidak deskriminasi dalam pengusulan. Semua warga yang layak diusulkan untuk diusulkan melalui operator desa.


"Saya sering turun langsung ke masyarakat sehingga tahu permasalahan di masyarakat. Silakan kalau ada warga di sekitar Bapak-Ibu yang benar-benar membutuhkan diusulkan saja lewat saya. Misal ada yang butuh alat pendengaran, kursi roda, silakan diusulkan, InsyaAllah akan kami programkan. Juga kepada pak RT, pak RW, Pak Lurah untuk tidak deskriminasi kepada warga dalam pengusulan bantuan. Mohon semua yang membutuhkan diusulkan," kata Wati panggilan akrab Sri Sunarringsih Rismonowati, Bidang Pemberdayaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Semarang.


Acara ini juga dihadiri dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah juga Muh. Haris, Wakil Walikota Salatiga yang juga istri dari Ida Nurul Farida. Setelah paparan materi dilanjutkan dengan tanya jawab. Karena masa Pandemi Covid-19, para peserta yang hadir menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan saat mengikuti kegiatan tersebut.

Share:

Selasa, 15 Desember 2020

Soal Remidi Bahasa Inggris

 Berikut Soal Remidi







Share:

Senin, 14 Desember 2020

Subuh Berjamaah Sarana Memperdalam Pengetahuan Agama

Dwi Pujiyanto, Relawan Rumah Zakat sedang memberikan ceramah keislaman di hadapan para jamaah usai melaksanakan shalat subuh berjamaah di masjid Al-Ikhlas Warak, Minggu (13/12).

Salatiga-Relawan Rumah Zakat Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Dwi Pujiyanto (32) memberikan ceramah pada acara Subuh  Berjamaah di Masjid Al-Ikhlas Warak, Minggu (13/12). Kegiatan tersebut sudah berjalan sekitar dua tahun. Selain sebagai syiar agama Islam di lingkungan tersebut, kegiatan ini juga sebagai sarana untuk memperdalam pengetahuan agama Islam bagi jamaah.


Dwi Pujiyanto mengatakan bahwa kegiatan Gerakan Subuh Berjamaah diisi dengan berbagai kegiatan. Diawali dengan shalat subuh berjamaah, dzikir dan doa bersama, kajian keislaman, shalat Sunnah Isyraq, dan sarapan bersama. 


"Subuh Berjamaah di sini tidak hanya shalat subuh berjamaah saja melainkan ada kajian keislaman dan sarapan bersama. Menu yang disajikan dalam kegiatan tersebut berbeda-beda. Kadang soto, bubur ayam, nasi urab, dan lain-lain. Dengan kegiatan ini juga menumbuhkan semangat berbagi dan bersedekah para jamaah," kata Dwi Pujiyanto.


Trimo Wahyudi, Ketua Takmir Masjid Al-Ikhlas mengatakan bahwa masyarakat bersyukur bisa diadakan subuh berjamaah bersama Rumah Zakat. Masyarakat senang bisa mendapatkan siraman rohani secara rutin. Sehingga wawasan keislaman para jamaah meningkat. Terbukti sekarang semangat untuk bersedekah dan berzakat juga meningkat dibanding sebelumnya.


"Alhamdulillah, masyarakat sangat senang. Bisa belajar tentang pengetahuan agama. Maklum wawasan keislaman para jamaah masih minim baik itu tentang pengetahuan aqidah, ibadah, fiqh, dan kemampuan membaca Alquran. Sehingga dengan kegiatan ini bisa menjadi sarana untuk belajar," kata Trimo Wahyudi.


#desberDukuh

#dwipujiyanto

#rumahzakat

Share:

Jumat, 04 Desember 2020

Kisi-Kisi PAS Mapel Bahasa Inggris Kelas VII Semester I Masa Pandemi Covid-19

 


Assalamu'alikum wr.wb.,

Selamat pagi anak-anak hebat. Berikut ini Ustadz lampirkan Kisi-kisi Penilaian Akhir Semester (PAS) Satu (1) Masa Pandemi Covid-19.

Silakan anak-anak bisa mengunduh kisi-kisi tersebut di sini.


DOWNLOAD

Selamat belajar. Semoga meraih hasil yang terbaik. Aamiin

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Share:

Sabtu, 17 Oktober 2020

Bummas Warak Berdaya Farm Siapkan Kandang Kambing

Siapkan Kandang: Salah satu penerima manfaat Rumah Zakat tampak sedang menyelesaikan pengerjaan pembuatan kandang ternak kambing, Minggu (11/10).

Salatiga-Badan Usaha Milik Masyarakat (Bummas) Warak Berdaya Farm yang fokus pada budidaya ternak kambing dan domba sedang menyiapkan kandang. Bummas yang dibentuk oleh Relawan Rumah Zakat Desa Berdaya Dukuh, Dwi Pujiyanto bersama enam penerima manfaat yang beralamat di Dusun Warak RT 04 RW 06 Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga.

Dwi Pujiyanto, Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Minggu (11/10) mengatakan bahwa penerima manfaat dari Rumah Zakat sedang mendirikan kandang penggemukan untuk kambing dan domba. Kandang ini nantinya bisa menampung 20 ekor kambing atau domba. Kandang ini didirikan di lahan perkebunan milik salah satu penerima manfaat, yaitu Bapak Rusmanto. Biaya pembuatan kandang ini merupakan swadaya dari anggota Bummas dan keuntungan dari usaha jual beli kambing kurban yang lalu.

“Ini teman-teman penerima manfaat baru menyiapkan kandang dengan kapasitas 20 ekor kambing atau domba. Teman-teman ini alhamdulilah semangat. Mereka secara swadaya mendirikan kandang kambing ini. Ada yang penerima manfaat merelakan lahan dan kayunya untuk bahan mendirikan kandang. Ada yang menyumbangkan tenaganya dan ada juga yang menyumbangkan sebagian rezekinya untuk mewujudkan kandang ini. Sebagian juga dari keuntungan jual beli kambing kurban yang lalu,” kata Dwi Pujiyanto.

Rusmanto, penerima manfaat yang merelakan lahannya untuk digarap dan didirikan kandang mengatakan ikhlas apabila dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok. Apalagi anggotanya orang-orang muslim yang harapannya bisa memakmurkan masjid. Selama ini lahan miliknya disewakan orang lain, namun selama belasan tahun tidak menghasilkan karena tidak digarap dengan serius.

“Insyaallah kami ikhlas, kebun kami dimanfaatkan oleh kelompok untuk kemaslahatan bersama. Intinya saya juga semangat kalau teman-teman selalu semangat untuk maju. Sebelumnya memang kebun kami ini digarap oleh orang lain, namun kurang produktif. Karena pengelola sebelumnya kurang serius menggarap lahan ini. Sejak dikelola oleh teman-teman Bummas sudah tampak kemajuannya. Sudah ada tanaman ubi madu, rumput odot, dan sekarang didirikan kandang ternak. Semoga bisa istikomah dan terus maju berkembang,” tutur Rusmanto.

Share:

Mengaji dan Diskusi Pengembangan Bummas Warak Berdaya Farm

Kajian Rutin: Relawan Rumah Zakat, Dwi Pujiyanto bersama penerima manfaat Rumah Zakat mengadakan kegiatan mengaji rutin di rumahnya, Senin (12/10).

Salatiga-Relawan Inspirasi Desa Berdaya Dukuh, Kota Salatiga, Dwi Pujiyanto mengumpulkan anggota Badan Usaha Milik Masyarakat (Bummas) binaan Rumah Zakat di rumahnya, Senin (12/10). Nama dari Bummas tersebut ialah Warak Berdaya Farm. Unit usaha ini fokus di bidang peternakan kambing.

Pertemuan ini rutin dilaksanakan setiap Senin malam ba'da isya. Kegiatan yang diikuti oleh enam anggota ini diisi dengan membaca Alquran, mendengarkan tausiyah, dan berdiskusi perihal pengembangan usaha.

Dwi Pujiyanto, Relawan Rumah Zakat mengatakan bahwa kegiatan ini wajib bagi penerima manfaat yang menerima bantuan modal usaha ternak kambing dari Rumah Zakat. Karena dengan kegiatan rutin ini bisa menambah wawasan keislaman dan koordinasi rutin perkembangan usaha bersama ini. 

"Jadi setiap penerima manfaat dari Rumah Zakat wajib mengikuti kegiatan rutin pekanan ini. Dari sinilah silaturrahim akan terus terjalin. Yang terpenting juga perkembangan usaha Bummas bisa dibicarakan dan dimonitoring secara rutin. Sehingga harapannya Bummas bisa berkembang dan memberikan dampak yang signifikan kepada masyarakat," kata Dwi Pujiyanto.

Andi Rahmanto, salah satu anggota Bummas mengaku senang bisa bergabung dalam kelompok ini. Rumah Zakat memberikan bantuan kepada masyarakat tidak sekadar membantu. Tetapi ada pembinaan rutin baik dari aspek keislaman maupun usaha. 

"Senang perasaannya bisa bergabung di kelompok Bummas ini. Di Rumah Zakat ini tidak hanya membantu saja kemudian terserah Anda. Tetapi kita juga dibina, didampingi, bahkan diajari materi keislaman dan meningkatkan usaha," kata Andi Rahmanto.

Bummas Warak Berdaya Farm yang konsen dalam usaha jual beli kambing beralamat di Warak RT 04 RW 06 Warak Kelurahan Dukuh Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga. Momentum Idul Adha kemarin, Bummas ini berhasil menjual 36 kambing dan domba dengan omset seratusan juta rupiah.

Share:

Petani Binaan Rumah Zakat Terima Bantuan Dana Pengadaan Tandor Air

Bantuan Tandon Air: Dwi Pujiyanto, Relawan Rumah Zakat menyerahkans secaras simbolis bantuan untuk pengadaan tandon air bagi petani di Salatiga, Jumat (16/10).

Salatiga-Trimo Wahyudi, Petani binaan Rumah Zakat di Kota Salatiga menerima bantuan dana untuk pengadaan tandon air, Jumat (16/10) guna mendukung pertaniannya. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Relawan Rumah Zakat di kebun yang beralamat di Warak RT 03 RW 06 Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga.

Trimo Wahyudi sebagai petani sangat berterima kasih atas bantuan dari Rumah Zakat tersebut. Pasalnya sejak awal musim kemarau yang lalu tanaman miliknya kekurangan air. Ia mengambil air dengan cara menyalur dari rumah warga yang terdekat dengan selang air. Maklum, lahan area yang digarap merupakan lahan perkebunan. Dengan adanya tandon air harapannya dapat lebih hemat dalam penggunaan air bagi pertanian.

“Terima kasih kepada Rumah Zakat yang telah memberikan bantuan kepada kami untuk pengadaan tandon air. Semoga setelah adanya tandon air ini ke depan pasokan air akan lebih terjaga. Selain itu juga bisa lebih hemat,” kata Trimo Wahyudi.

Dwi Pujiyanto, Relawan Rumah Zakat yang mendampingi dan memberikan pembinaan kepada petani tersebut berharap bantuan ini bisa menjadi solusi untuk petani di kampung Warak. Sejak beberapa bulan lalu, petani binaannya ini menanam ubi madu. Diperkirakan awal bulan November nanti ubi yang ditanam akan dipanen meskipun sedikit. Semoga lebih bersemangat lagi untuk bercocok tanam sebagai upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat.

“Dengan adanya bantuan ini, kami berharap petani di sini mendapatkan solusi untuk memenuhi pasokan air guna mengairi tanamannya. Kalau tidak ada hambatan, awal November nanti akan memanen tanaman ubi meskipun sedikit. Saya juga memberi masukan di awal musim penghujan nanti untuk menanam jagung. Sehingga bisa terus bersambung dan lahan semakin produktif,” kata Dwi Pujiyanto.

Share:

Rumah Zakat Berikan Modal Usaha Peternak Kambing di Salatiga

Modal Usaha: Relawan Inspirasi Rumah Zakat Salatiga, Dwi Pujiyanto menyerahkan bantuan modal usaha ternak kambing secara simbolis kepada Rusmanto di Warak, Jumat (16/10)

Salatiga-Rumah Zakat memberikan bantuan modal usaha bagi peternak kambing yang tergabung dalam Badan Usaha Milik Masyarakat (Bummas) Warak Berdaya Farm Salatiga, Jumat (16/10). Bantuan diserahkan langsung oleh Relawan Rumah Zakat Salatiga, Dwi Pujiyanto di lokasi kandang komunal kelompok di Warak RT 03 RW 06, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga.

Dwi Pujiyanto, Relawan Rumah Zakat berharap bantuan yang disalurkan ini dapat mendorong terwujudnya kemandirian usaha bersama. Rumah Zakat akan terus mendampingi penerima manfaat ternak kambing yang dibinanya sejak awal tahun 2020 ini. Dari budidaya ternak ini akan memiliki turunan jenis usaha seperti layanan aqikah, pembuatan pupuk organik dari olahan limbah ternak, dan jual beli daging kambing.

“Insya Allah, kelompok ini memiliki potensi usaha di bidang ternak kambing. Bulan Haji kemarin dengan cara patungan mampu menjual lebih dari tiga puluh kambing dan domba. Kami dari Rumah Zakat akan terus mendampingi secara intens agar usaha ini bisa berkembang menjadi lebih baik. Bahkan, kami dorong untuk membuka usaha turunan yang terintegrasi dengan budidaya ternak kambing yang dikembangkan,” kata Dwi Pujiyanto.

Rusmanto, yang diamanahi Ketua Bummas Warak Berdaya Farm mengatakan sejak dua bulan terakhir ia bersama anggota secara swadaya membuat kandang kambing. Ia mengaku bersyukur tepat saat kandang yang disiapkan dengan kapasitas dua puluh ini jadi dan Rumah Zakat memberikan bantuan. Bantuan modal yang diterima akan segera dibelikan kambing atau domba untuk mengisi kandang. Saat ini sudah ada total sepuluh kambing yang dipelihara, enam bantuan dari Rumah Zakat dan empat dari investor.

“Kebetulan sekali ini, pas sekali bantuan dari Rumah Zakat diberikan saat kandang yang kami siapkan juga sudah jadi. Insya Allah bantuan akan segera kami belikan bakalan kambing atau domba untuk mengisi kandang. Sehingga usaha ternak akan berkembang menjadi lebih baik. Saat ini di kandang yang lama sudah ada sepuluh kambing yang dipelihara dari bantuan Rumah Zakat dan sebagian dari investor,” kata Rusmanto.

Share:

Sabtu, 19 September 2020

Senangnya Terima Wakaf Buku Bacaan

Relawan Rumah Zakat, Dwi Pujiyanto bersama santri unboxing wakaf buku bacaan dari donatur, Sabtu (19/9).

Salatiga-Sungguh senang tiada terkira para santri TPQ Nurul Iman Warak Kelurahan Dukuh Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga hari ini, Sabtu (19/9). Pasalnya TPQ Nurul Iman mendapatkan bantuan paket buku bacaan 25 kisah nabi dan rasul dari donatur. Para santri langsung berrebut untuk membuka dan membaca buku-buku baru tersebut. 

Dwi Pujiyanto, Relawan Rumah Zakat yang menyerahkan buku bacaan terbitan Sygma Daya Insan Bandung tersebut juga mengaku senang. Wakaf buku ini akan sangat bermanfaat bagi anak-anak. Tidak bisa dipungkiri karena TPQ Nurul Iman masih minim buku bacaan.

"Saya senang melihat anak-anak ceria menerima wakaf buku yang berkualitas ini. Mereka langsung berrebut untuk membuka-buka buku tersebut karena penasaran. Bukunya full color dan tebal. Terima kasih kepada donatur yang telah memberikan wakaf buku ini. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya," kata Dwi Pujiyanto.

Zalfa, salah satu santri mengaku senang sekali atas bantuan ini. Belum pernah ia melihat buku-buku seperti ini. Buku ini akan menambah wawasan keislaman para santri dan semangat dalam membaca. "

Alhamdulillah, senang sekali dapat bantuan buku bacaan yang bagus-bagus ini. Pasti mahal. Insyaallah, buku ini akan sangat bermanfaat. Bisa menambah pengetahuan kami dan meningkatkan semangat membaca kami. Terima kasih kepada bapak ibu dermawan atas bantuannya," kata Zalfa. 

Wakaf buku yang diterima berisi 10 buku hard cover, full color, dan tebal. Selain itu juga terdapat puzzle kisah Nabi-nabi Ulul Azmi. Paket buku tersebut juga dilengkapi peta keislaman.
Share:

Download Materi Webinar LPMP Asesmen Nasional: AKM, Survey Karakter, dan Lingkungan Belajar

Webinar LPMP Jawa Tengah Asesmen Nasional

LPMP Jawa Tengah telah mengadakan Webinar Asesmen Nasional: AKM, Survey Karakter, dan Lingkungan Belajar dengan menghadirkan narasumber Ibu Dra. Asrijanty, MA, Ph.D. (Kepala Pusat Asesmen dan Pembelajaran Balitbang Kemendikbud) pada hari Sabtu, 19 September 2020 mulai pukul 09.00 WIB-selesai.

Bagi bapak ibu guru yang ingin mendapatkan materinya bisa mendownlod di link di bawah ini:

DOWNLOAD

Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Share:

Jumat, 18 September 2020

Petani Binaan Rumah Zakat Rajin Sirami Tanaman Ubi Madu Agar Bisa Panen

Trimo Wahyudi, petani binaan Rumah Zakat sedang menyirami tanaman ubi di lahan kebun RW 06 Warak Salatiga.


Salatiga-Petani binaan Rumah Zakat harus menyirami ubi madu yang ditanam akhir bulan Juni lalu karena kemarau. Seperti Kamis (17/9), Trimo Wahyudi yang mendapatkan bantuan menanam ubi madu dari Rumah Zakat tampak sedang menyirami tanamannya.


Dwi Pujiyanto, Relawan Rumah Zakat yang bertugas untuk mendampingi binaan mengatakan terus memberikan motivasi kepada para petani. Meskipun hujan belum turun lagi, tanaman harus terus disirami dan dirawat. Agar yang sudah ditanam kelak bisa memanen.


"Kami selalu memberikan motivasi kepada para petani binaan. Tanaman yang sudah ditanam harus terus dirawat dan disirami. Agar bisa panen. Seperti pada musim kemarau seperti sekarang ini para petani harus rajin-rajin menyirami tanaman," kata Dwi Pujiyanto.


Trimo Wahyudi, penerima manfaat dari Rumah Zakat menginformasikan bahwa usia tanaman ubi madu ini sudah sekitar 80 hari. Usia panen ubi madu antara 4 sampai 5 bulan. Saat dicek kemarin dengan menggali sebagian tanah, rata-rata ubi sudah tampak sebesar jempol tangan orang dewasa. Semoga dua bulan terakhir bisa tumbuh lebih besar lagi.


"Memang kendalanya air. Maka hampir setiap hari kami menyirami tanaman ubi. Kami tanam di area perkebunan. Usia tanaman ubi ini sekitar dua bulan setengah. Alhamdulillah, kemarin dicek rata-rata sudah berumbi sebesar jempol orang dewasa. Terima kasih kepada Rumah Zakat semoga dua atau tiga bulan lagi bisa panen," kata Trimo Wahyudi.


Program menanam ubi madu merupakan bantuan ketahanan pangan dari Rumah Zakat di era Pandemi Covid-19. Rumah Zakat berharap para petani tetap produktif di masa ini. Karena yang bisa menyediakan stok pangan kepada masyarakat adalah petani. Maka petani harus terus menanam agar masyarakat bahkan dunia tidak terancam krisis pangan.


#desberdukuh

#salatigasmart

#mdi

#dwipujiyanto

#rumahzakat

Share:

Kamis, 17 September 2020

Contoh Soal Seleksi Lomba Guru Berprestasi SMP

Lomba Guru Berprestasi SMP

Assalamu'alaikum wrwb,

Bapak/Ibu Guru se-Indonesia di manapun berada. Anda adalah guru-guru terbaik bagi peserta didik. Ada event tahunan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota bagi Bapak/Ibu Guru, yaitu Lomba Guru Berprestasi. Selain presentasi hasil karya tulis seperti best practice atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK), juga ditahap awal mengerjakan soal seleksi tertulis yang meliputi kompetensi sosial, pedagogik, kepribadian, dan profesional.

Berikut saya lampirkan 80 contoh soal seleksi Lomba Guru Berprestasi. Semoga bisa bermanfaat bagi Bapak/Ibu Guru.

Untuk mengunduh, silakan klik kata download di bawah ini.

DOWNLOAD

Bagi Bapak/Ibu yang memiliki referensi soal yang lain bisa diinformasikan di kolom komentar. Terima kasih. Mohon Maaf dan semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum wrwb
Share:

Selasa, 15 September 2020

Rumah Zakat Salurkan Kambing Ternak kepada Ojol di Salatiga



Salatiga-Rumah Zakat, Selasa (25/9) memberikan bantuan satu ekor kambing betina kepada Hermanto (28) warga Warak RT 04 Kelurahan Dukuh Kecamatan Sidomukti Salatiga. Bantuan langsung diberikan oleh Relawan Rumah Zakat, Dwi Pujiyanto yang juga tinggal wilayah Kelurahan Dukuh. Hermanto selaku penerima manfaat merupakan salah satu tukang ojol di Salatiga.


Dwi Pujiyanto, Relawan Rumah Zakat mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bantuan tahap ketiga yang disalurkan dari Rumah Zakat di lingkungan Warak. Sampai hari ini sudah ada enam masyarakat yang menerima masing-masing satu ekor kambing betina. Bantuan diharapkan mampu membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.


"Bulan ini saya menyalurkan bantuan tahap ketiga. Sebelumnya bulan Februari dan Agustus sudah ada 5 ekor kambing yang tersalurkan. Jadi sekarang sudah ada 6 ekor kambing yang dipelihara oleh penerima manfaat. Saya berharap bantuan ini bisa dikembangkan secara keberlanjutan sehingga membantu perekonomian masyarakat," kata Dwi Pujiyanto.


Hermanto menyampaikan terima kasih kepada Rumah Zakat yang telah memberikan bantuan ternak kambing ini. Meskipun sehari-hari ia menjadi tukang Ojol. Setiap hari dia juga rutin mencari rumput untuk pakan ternak milik ayahnya. Jadi, ia sehari-hari membantu ayahnya memelihara hewan ternak milik keluarganya.


"Terima kasih kepada Rumah Zakat atas bantuan ternak kambing ini. Alhamdulillah, bisa menambah hewan ternak di kandang saya. Semoga kambing ini bisa berkembang menjadi banyak. Sehingga akan bermanfaat buat saya dan keluarga," kata Hermanto.


Share:

Poktan Binaan Rumah Zakat Belajar Usaha Aqiqah di Khonsa Aqiqah

Pengurus Kelompok Tani Catur Manunggal menyimak penjelasan dari Owner Khonsa Aqiqah, Rohmadi atau yang biasa dipanggil Mbah Roh, Senin malam (14/9) di rumahnya di Noborejo, Salatiga

Salatiga-Sebanyak enam orang dari pengurus Kelompok Tani Catur Manunggal binaan Rumah Zakat, Senin (13/9) belajar usaha kambing Aqiqah ke Khonsa Aqiqah di Noborejo, Argomulyo, Salatiga. Kegiatan ini diinisiasi oleh Relawan Rumah Zakat, Dwi Pujiyanto.

Dwi Pujiyanto (32) mengatakan bahwa ia sengaja mengajak belajar usaha Aqiqah karena mendorong Poktan binaannya memiliki pengembangan usaha dari ternak kambing yang sudah dirintis sejak awal tahun 2020. Kegiatan silaturrahim dan belajar ini agar memberi bekal dan wawasan kepada anggota kelompok seputar peternakan dan usaha Aqiqah.

"Saya sengaja mengajak teman-teman belajar usaha aqiqah agar mereka ke depan juga mengembangkan usaha ternak kambingnya. Kalau kambing kurban tahunan, sedangkan aqiqah bisa setiap hari setiap saat. Saya berharap silaturrahim ini bisa memberikan wawasan lengkap seputar usaha ternak yang sehat dan usaha Aqiqah yang menjanjikan," kata Dwi Pujiyanto.

Ia menambahkan kenapa memilih belajar ke Khonsa Aqiqah karena dinilai sudah sukses. Sebulan saja di Khonsa Aqiqah ini bisa menyembelih 40 sampai 50 kambing atau domba. Jadi, hampir setiap hari menyembelih kambing Aqiqah. Bahkan saat momentum idul Adha bisa menjual lebih dari 250 kambing dan domba.

Rohmadi (41) atau yang biasa dipanggil Mbah Roh, owner dari Khonsa Aqiqah ini senang mendapatkan silaturrahim dari kelompok tani binaan Rumah Zakat. Baginya ilmu itu untuk dibagi bukan disimpan untuk dirinya sendiri. Sedangkan urusan rezeki itu sudah dijamin dan dibagi-bagi oleh Allah. Tugas kita hanya berusaha dengan maksimal.

"Saya senang kedatangan teman-teman dari Catur Manunggal. Bagi saya ilmu itu untuk dibagikan bukan disimpan. Kalau urusan rezeki itu sudah diatur oleh Allah. Kita sebagai hambanya wajib berikhtiar dengan sungguh-sungguh," kata Rohmadi.

Ia menambahkan bahwa kini usahanya bisa maju seperti sekarang ini butuh proses yang lumayan panjang. Ia merintis ternak kambing dari 12 ekor sejak delapan tahun yang lalu, tahun 2012. Setelah berjalan empat tahun beternak kambing tahun ke lima ia baru merambah ke usaha Aqiqah. Bahkan sekarang ia juga sudah mendirikan resto sate dan berbagai olahan daging kambing.
Share:

Minggu, 13 September 2020

Bimbel Bahasa Inggris Gratis Usir Kejenuhan Siswa Belajar Daring

Anak-anak di RW 06 Warak Kelurahan Dukuh mengikuti kegiatan bimbingan belajar bahasa inggris dari Rumah Zakat di Masjid Al-Muttaqin setiap hari Sabtu.

Salatiga-Anak-anak usia SMP dan SD di Warak RW 06 Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti mengikuti kegiatan bimbingan belajar Bahasa Inggris Gratis dari Rumah Zakat, Sabtu (12/9). Bimbel dilaksanakan rutin setiap hari Sabtu di Masjid Al-Muttaqin mulai pukul 15.30-16.30 WIB.

Dwi Pujiyanto, Relawan Rumah Zakat mengatakan bimbel Bahasa Inggris digelar untuk membantu anak-anak yang kesulitan belajar dan jenuh dengan pembelajaran daring. Tidak semua orang tua bisa mengajari Bahasa Inggris anak-anaknya.

"Motivasi saya mengajari Bahasa Inggris kepada anak-anak adalah untuk membantu mereka. Rata-rata mereka jenuh dengan pembelajaran jarak jauh. Ditambah lagi, tidak semua orang tua bisa mengajari pelajaran Bahasa Inggris kepada anak-anaknya," kata Dwi Pujiyanto.

Anisa (11), peserta bimbel dari RT 07 mengaku senang mengikuti bimbel bahasa Inggris ini. Ia mengatakan senang bisa belajar langsung dan bertemu dengan teman-teman yang lain. Bisa saling sapa dan bermain bersama.

"Alhamdulillah, saya senang bisa ikut belajar bahasa Inggris dengan Rumah Zakat. Saya bisa bertemu dengan teman-teman. Bisa saling bertukar pendapat dan main bersama. Pokoknya seru kalau belajar bersama," kata Anisa.

Bimbingan belajar Bahasa Inggris dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Seperti memakai masker dan jaga jarak. Sebelum pembelajaran, para peserta menunaikan shalat asar berjamaah.

#dwipujiyanto
#desberdukuh
#ijf
#rumahzakat

Share:

Kang Dwi I Inspirasi Indonesia

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini