• Inspirasi Manfaat

    Sebaik-baik kamu adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain

  • Inspirasi BAIK

    Menjadi BAIK bertindak (Bertanggungjawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif)

  • Inspirasi Berdaya

    Mendorong dalam percepatan menuju perbaikan yang jauh lebih baik

  • Inspirasi Membangun

    Menjadi pribadi yang menebarkan kebaikan-kebaikan di tengah masyarakat

  • Inspirasi Mandiri

    Bermodal kemandirian untuk menggapai sukses di masa yang akan datang

Minggu, 17 Maret 2019

Kerangjang Baru untuk Ibu Kriswanti

Serahkan Bantuan: Dwi Pujiyanto, Relawan Inspirasi Rumah Zakat menyerahkan bantuan berupa keranjang plastik untuk Kriswanti pelaku usaha jasa laundry pakaian.
Salatiga-Fasilitator Rumah Zakat Desa Berdaya Dukuh, Dwi Pujiyanto memberikan bantuan keranjang dan ember untuk Kriswanti, pelaku usaha laundry baju, Jumat (15/3) yang lalu. Kriswanti merupakan salah satu binaan Rumah Zakat yang memilih menekuni usaha laundry secara mandiri setelah sebelumnya bekerja di tempat orang. Alhamdulillah, sekarang penghasilannya lebih baik daripada saat dulu bekerja ikut orang lain.

“Ibu Kriswanti dulu ikut orang di usaha laundry juga. Namun tidak kerasan. Sekarang ia membuka usaha laundry sendiri di rumah. Alhamdulilah, pelanggannya semakin banyak,” kata Dwi Pujiyanto saat memberikan bantuan.

Kriswanti sekarang sangat bersyukur. Ia merasa lebih nyaman bekerja di rumah sendiri. Ia pun merasakan usaha yang digelutinya perlahan semakin maju dan meningkat. Pelanggan yang dulu sudah kenal ikut ke beliau bahkan sekarang bertambah. Bahkan saat pakaian yang harus dilaundry banyak, ia biasa mempekerjakan suadaranya yang masih menganggur.

“Lebih enak bekerja di rumah sendiri, Pak. Mau mulai bekerja dini hari bisa. Mau bekerja sampai malam ya bisa. Kalau lelah tinggal nggletak(berbaring). Alhamdulillah, pelanggannya juga semakin banyak,” kata Kriswanti.

Laundry baju di Laundry Melati milik Kriswanti yang beralamat di Warak RT 01 RW 06 Kelurahan Dukuh tergolong murah. Per kg baju, pelanggan hanya dibanderol harga Rp3.000/kg. Itupun sudah diantar jemput. Yang bertugas antar jemput adalah suaminya yaitu Rusmanto dengan menggunakan sepeda motor dikasih bronjong di belakangnya. Laundry Melati memeliki keunggulan yaitu Bersih, Rapi, Wangi, dan Suci sesuai dengan tagline yang dimiliki.
Share:

Kemat Mengaku Senang Dapat Bantuan dari Rumah Zakat

Terima Bantuan: Kemat, penjual jamu keliling menerima bantuan sarana untuk pengembangan usaha dari Rumah Zakat.
Salatiga-Kemat, penjual jamu tradisional keliling yang tinggal di RT 03 RW 09 Kelurahan Dukuh, Kota Salatiga, Jumat (15/3) mengaku senang mendapatkan bantuan sarana dari Rumah Zakat. Pasalnya perlengkapan yang selama ini digunakan rusak lantaran beberapa waktu yang lalu rumah kontrakannya bagian dapur ambruk dan menimpa perabot yang ia miliki.

Mengetahui kondisi tersebut, Rumah Zakat melalui Relawan Inspirasi Rumah Zakat Desa Berdaya Dukuh, Dwi Pujiyanto mengajak langsung yang bersangkutan ke toko perabotan untuk membeli perlengkapan yang dibutuhkan.

“Saya ajak langsung Pak Kemat, penjual jamu keliling ke toko untuk membeli perabotan yang dibutuhkan untuk menunjang usahanya. Ada panci, dandang sabruk, ember, dan wajan yang saat ini dibutuhkan,” kata Dwi Pujiyanto.

Kemat, ayah dari dua anak ini mengaku senang mendapatkan bantuan dari Rumah Zakat. Sampai saat ini ia masih tinggal di rumah kontrakan bersama keluarganya. Ia mengucapkan terima kasih kepada Rumah Zakat atas bantuan yang diberikan.

“Terima kasih kepada Rumah Zakat yang telah membelikan saya perabotan untuk membuat jamu. Memang panci, dandang sabruk, wajan, dan ember rusak tertimpa rumah yang ambruk beberapa waktu yang lalu. Alhamdulillah, saya dan keluarga selamat. Saya sangat bersyukur. Pokoknya saya terima kasih, yai, sudah dibantu,” kata Kemat mengucapkan terima kasih kepada Dwi Pujiyanto dari Rumah Zakat.

Ia berharap dengan bantuan ini bisa meningkatkan produksinya. Setiap hari ia berkeliling menggunakan sepeda motor sebanyak dua kali yaitu pada pagi dan sore hari untuk menjajakan jamunya kepada pelanggan.
Share:

Bimbel Al-Quran Rumah Zakat Gelar Manasik Haji

Manasik: Sejumlah ibu-ibu mengikuti kegiatan manasik haji bersama Rumah Zakat di Firdaus Fatimah Zahra Gunung Pati Semarang.
Salatiga-Puluhan ibu-ibu peserta bimbingan belajar membaca Al-Quran Rumah Zakat di Desa Berdaya Dukuh, Kota Salatiga menggelar manasik haji, Kamis (7/3) di Firdaus Fatimah Azzahra Gunungpati, Kota Semarang. Kegiatan ini sudah lama direncanakan yakni dengan adanya program menabung setiap pertemuan bimbel. Dwi Pujiyanto, Relawan Inspirasi Rumah Zakat mengatakan bahwa selain untuk memberikan edukasi tentang ibadah haji atau umroh, kegiatan ini juga sebagai bentuk refreshing bagi peserta bimbel.

“Kegiatan ini terselenggara atas inisiatif ibu-ibu peserta bimbel membaca Alquran. Mereka menabung pada saat pertemuan bimbel. Objek yang kita pilih juga yang lokasinya tidak terlalu jauh, cukup di Semarang, yaitu di Fatimah Azzahra. Kegiatan ini sangat bermanfaat,” kata Dwi Pujiyanto.

Dwi Pujiyanto menambahkan kegiatan manasik dipandu oleh beberapa jamaah pengajian yang sudah pernah menunaikan haji atau umroh. Mereka memberikan wawasan kepada jamaah yang lain perihal tata cara dan pelaksanaan ibadah haji atau umroh yang menjadi rukun islam yang kelima tersebut.

Henny Roestiyanti, salah satu jamaah mengaku senang dan mengucapkan terima kasih kepada Rumah Zakat yang telah mengadakan kegiatan tersebut. Dalam kegiatan manasik itu, ia berdoa semoga kelak bisa menunaikan ibadah haji dan umroh.

“Terima kasih kepada Rumah Zakat yang telah mengadakan kegiatan ini. Saya senang sekali. Saya juga berdoa semoga kelak diberikan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji dan umroh. Sekarang latihan dulu,” kata Henny Roestiyanti.

Setelah kegiatan manasik haji dan makan nasi kebuli ala Arab. Para jamaah melanjutkan perjalanan ke objek wisata Lawang Sewu Semarang. Kegiatan itu berakhir sore hari menjelang waktu maghrib.
Share:

Keberkahan Ada Pada Jamaah

Menyimak: Para jamaah menyimak pengajian yang di Masjid Nurul Islam dengan penceramah Dwi Pujiyanto Fasilitator Rumah Zakat setiap pekan ke-1 setiap bulannya.
Salatiga-Pada Perang Qadisiyah masa kekhalifahan Umar bin Khatab ra, pasukan kaum muslimin yang berjumlah 30.000 di bawah pimpinan panglima perang Sa’ad bin Abi Waqqash berhadapan dengan ratusan ribu pasukan Persia. Kaum muslimin saat itu juga menghadapi panglima perang Persia yang cerdas, yaitu Rustum. Beberapa kali Rustum mengajak berunding sebelum terjadinya peperangan. Hingga akhirnya perundingan itu tidak membuahkan hasil. Pasukan muslim pada waktu itu sangat solid, mulai dari panglima perang sampai pasukan yang paling lemah telah memiliki visi misi yang sama. Mereka semua berperang untuk membebaskan manusia dari menyembah sesama makhluk menuju menyembah hanya kepada Allah SWT.

“Dengan frekuensi visi dan misi yang kuat secara menyeluruh pada kaum muslimin itulah yang mendatangkan keberkahan. Sampai-sampai ketika salah satu pasukan kaum muslimin kehilangan kantong air minum yang hanyut ke sungai, seketika itu pula seluruh kaum muslimin ikut mencari. Hal itulah yang kemudian membuat takut dan khawatir pasukan Persia,” kata Dwi Pujiyanto Relawan Inspirasi Rumah Zakat Desa Berdaya Dukuh Salatiga, Ahad (3/3).

Nabi Muhammad SAW juga bersabda,”Tangan Allah bersama jamaah.” (HR Tirmidzi). Bahwa Allah akan senantiasa membersamai hamba-hamba-Nya yang senantiasa dalam kebaikan dalam rangka menolong agama Allah. Allah akan selalu menolong dan meneguhkan kedudukan hamba-hamba-Nya.

Dengan konsisten dalam berjamaah juga akan melipatgandakan pahala. Sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama, shalat yang dikerjakan sendiri (munfarid), pahalanya satu derajat saja. Tetapi manakala shalat itu dikerjakan dengan berjamaah maka pahalanya dilipatgandakan menjadi 27 derajat. Nabi Muhammad SAW bersabda,”Shalat berjamaah lebih baik 27 derajat dibanding shalat sendirian.” (HR Bukhori dan Muslim).

Lebih dari itu, dengan berjamaah syaitan pun akan berpikir ulang untuk menggoda dan menguasai orang yang berjamaah. Nabi bersabda,”Jika ada tiga orang di suatu desa dan tidak didirikan shalat berjamaah di tengah-tengah mereka, niscaya mereka akan dikalahkan oleh syaitan. Maka, berjamaahlah kalian, sesungguhnya serigala hanya memangsa orang yang terpisah dari kelompoknya.” (HR Abu Dawud).

Bahkan dalam soal makan pun, jika dilakukan dengan berjamaah akan mendatangkan keberkahan. Suatu hari, para sahabat berkata,”Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan, akan tetapi kami tidak pernah merasa kenyang”. Rasul pun menjawab,”Mungkin (hal itu disebabkan karena) kalian makan sendiri-sendiri. Berkumpullah kalian ketika makan dan sebutlah asma Allah. Nanti kalian akan mendapatkan berkah di dalamnya.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Begitulah penjelasan lengkap yang disampaikan oleh Ustadz Dwi Pujiyanto dalam pengajian rutin yang diikuti oleh puluhan jamaah ibu-ibu. Pengajian majelis taklim ibu-ibu Nurul Islam RW 09 Kelurahan Dukuh digelar setiap Ahad pekan pertama dan ketiga pukul 16.00-17.30 WIB di Masjid Nurul Islam Perumahan Griya Dukuh Asri Salatiga.
Share:

Bank Sampah Dawis Kemuning Timbang Sampah

Timbang Sampah: Fasilitator Rumah Zakat, Dwi Pujiyanto mencatat hasil timbangan sampah yang dikumpulkan oleh warga di posko pengumpulan sampah Dawis Kemuning RT 03 RW 09.
Salatiga-Setiap tiga minggu sekali, pengepul sampah datang ke rumah di Jalan Sumantri Raya No. 14 RT 03 RW 09 Perum Griya Dukuh Asri Salatiga untuk menimbang sampah dari Bank Sampah Dawis Kemuning. Seperti pada hari Minggu (3/3) kemarin, pada pukul 10.00 WIB, pengepul sampah, Sumarna sudah hadir untuk menimbang sampah di posko sampah Dawis Kemuning, tepatnya di rumah Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Dwi Pujiyanto.

Dwi Pujiyanto, Relawan Inspirasi Rumah Zakat sangat mendukung kegiatan bank sampah yang sudah berjalan lumayan lama ini. Bahkan pengurus dari bank sampah di wilayah RT nya tersebut sudah terdaftar di kelurahan. Kegiatan dari Bank Sampah Dawis Kemuning ini diantaranya pengumpulan dan penimbangan sampah setiap tiga minggu sekali. Hasil dari penjualan sampah tersebut sebagian dimanfaatkan untuk pengelolaan dan perawatan kebun gizi.

“Bank Sampah Dawis Kemuning sudah berjalan lumayan lama. Rumah Zakat sangat mendukung program tersebut. Rumah kami dijadikan posko bank sampah, tempat para anggota mengumpulkan sampah. Selain itu, Rumah Zakat juga memberikan bantuan bibit tanaman untuk kebun gizi. Karena Dawis Kemuning ini menjadikan program bank sampah untuk support kebun gizi yang mereka kelola,” kata Dwi Pujiyanto.

Tukiyem, salah satu penanggungjawab bank sampah mengatakan bahwa setiap tiga minggu sekali saat penimbangan sampah, seluruh anggota wajib mengumpulkan sampah baik dalam jumlah banyak maupun sedikit. Pada kesempatan itu bank sampah mendapatkan uang Rp55.950 hasil dari sampah yang dikumpulkan. Semuanya tercatat pada buku bank sampah,” kata Tukiyem.

Program bank sampah merupakan program yang sangat mendukung kelestarian lingkungan. Dengan kegiatan itu memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa masih ada banyak jenis sampah yang masih ada nilainya manakala dikelola dengan baik. Selain itu kegiatan bank sampah juga mensupport pemerintah kota dalam mempertahankan piala adipura.
Share:

Pernah Jadi Kuli Bangunan, Wisanggeni Kini Tekuni Melukis

Serahkan Bantuan: Fasilitator Rumah Zakat, Dwi Pujiyanto menyerahkan secara simbolis bantuan modal usaha untuk Wisanggeni didampingi istri yang menekuni usaha lukis.
Salatiga-Rumah Zakat pada hari Selasa (19/2/2019) kemarin memberikan bantuan modal usaha kepada Wisanggeni (52) yang tinggal di rumah kontrakannya di RT 03 RW 09 Perum Griya Dukuh Asri, Salatiga. Wisanggeni merupakan seorang yang terlahir dari keluarga nonmuslim namun sejak usianya 25 tahun ia memutuskan untuk memeluk agama Islam. Sejak sekolah di bangku SMA, ia sudah terbiasa mandiri. Karena ia menyadari saudara kandungnya banyak, maka ia tidak ingin membebani orang tuanya. Sejak di bangku SMA ia sudah bekerja dengan melukis poster. Bakat melukis merupakan turunan dari ayahnya yang juga melukis.

“Saya mualaf Pak Dwi, tapi saat itu belum sholat. Baru setelah saya menikah dengan istri saya ini. Saya belajar islam, belajar membaca Alquran, dan melaksanakan shalat. Kalau bakat melukis yang saya miliki ini turunan dari ayah saya. Sejak di bangku SMA saya sudah biasa mandiri, tidak ingin membebani orang tua,” kata Wisanggeni mengisahkan masa lalunya.

Ia menambahkan pernah juga bekerja sebagai kuli bangunan, buruh pabrik di Solo, pernah juga bekerja di warung makan.  Baru mulai tahun 1992, saya menekuni melukis tapi belum bisa sukses karena terkendala modal dan pemasaran. Saya juga pernah tinggal di Bali selama 5 tahun. Tapi saya putuskan pulang kembali ke Salatiga. “Saya asli Salatiga, sedangkan istri dari Jember. Terima kasih kepada Pak Dwi. Sekarang ini baru saya merasakan betul, saya sebagai muslim ditolong oleh orang muslim yang baik seperti Pak Dwi dari Rumah Zakat. Jujur saya memang sering pinjam uang ke tetangga karena usahanya tidak mesti,” terang Wisanggeni.

Sejak satu tahun ini, Wisanggeni mendapatkan bantuan dan pembinaan dari Rumah Zakat melalui Relawan Inspirasi Rumah Zakat di Desa Berdaya Dukuh, Dwi Pujiyanto. Ini untuk kali kedua Rumah Zakat memberikan bantuan modal untuk Wisanggeni. Pada bulan Februari 2019 ini ia menerima  bantuan modal sebesar satu juta rupiah. Wisanggeni dan keluarga sampai sekarang masih tinggal di rumah kontrakkan sehingga setiap tahun harus membayar uang sewa untuk rumah kontrakkannya. Istrinya hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Beliau memiliki dua anak, yang anak pertama sudah mendapat beasiswa dari perusahaan kuliah di Jakarta, sedang yang kedua masih sekolah di bangku SD.

“Keluarga Pak Wisang ini memang membutuhkan bantuan. Apalagi tempat tinggal beliau ini masih mengontrak. Kami dari Rumah Zakat berharap ke depan Pak Wisang dan keluarga bisa lebih baik lagi. Biasanya bayangan orang kalau pelukis itu orang yang kaya, namun itu belum bagi keluarga Pak Wisang. Semoga ke depan beliau dan keluarga bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik,” kata Dwi Pujiyanto Relawan Inspirasi Rumah Zakat.
Share:

Rumah Zakat Ajak Remaja Bermain Futsal

Foto Bersama: Relawan Rumah Zakat berfoto bersama sejumlah remaja di Salatiga sebelum bermain futsal di Lapangan Centro Salatiga.
Salatiga-Relawan Inspirasi Rumah Zakat di Desa Berdaya Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Dwi Pujiyanto mengajak para remaja binaannya bermain futsal, Ahad (17/2/2019). Puluhan remaja usia SMP dan SMA dari wilayah Kelurahan Dukuh RW 09 ini bermain futsal di Lapangan Futsal Centro selama dua jam. Kegiatan ini merupakan variasi agenda remaja yang setiap minggu sekali mengikuti kajian pembinaan karakter remaja bersama Rumah Zakat.

“Anak-anak ini setiap minggu sekali mengikuti pembinaan karakter remaja di tempat saya. Mereka belajar membaca Al-Quran, pengetahuan agama, dan akhlak. Sebulan sekali kita adakan kegiatan yang bervariasi seperti futsal kali ini. Biasanya juga ada renang, bakar jagung, makan bersama, dan agenda menyenangkan lainnya,” kata Dwi Pujiyanto.

Biaya sewa lapangan futsal dan air minum ditanggung oleh Rumah Zakat yang berasal dari donatur. Fikri (16) salah satu remaja yang ikut dalam kegiatan futsal tersebut menyampaikan terima kasih kepada Rumah Zakat yang telah membantu para remaja bermain futsal. Semoga kegiatan seperti itu bisa berjalan rutin.

“Terima kasih kepada Pak Dwi dari Rumah Zakat yang telah mengagendakan kegiatan futsal bareng, Kita jadi tambah sehat dan ukhuwahnya semakin kuat. Semoga bisa diagendakan rutin,” kata Fikri.
Share:

Kang Dwi I Inspirasi Indonesia

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini