• Inspirasi Manfaat

    Sebaik-baik kamu adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain

  • Inspirasi BAIK

    Menjadi BAIK bertindak (Bertanggungjawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif)

  • Inspirasi Berdaya

    Mendorong dalam percepatan menuju perbaikan yang jauh lebih baik

  • Inspirasi Membangun

    Menjadi pribadi yang menebarkan kebaikan-kebaikan di tengah masyarakat

  • Inspirasi Mandiri

    Bermodal kemandirian untuk menggapai sukses di masa yang akan datang

Kamis, 22 November 2018

Rumah Zakat Berikan Bantuan Perlengkapan Posyandu

Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Dwi Pujiyanto memberikan bantuan mangkok untuk kegiatan Posyandu Balita di Kelurahan Dukuh Kecamatan Sidomutki Kota Salatiga
Salatiga-Rumah Zakat memberikan bantuan perlengkapan untuk menunjang kegiatan Posyandu Balita di Wilayah RW 09 Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Kamis (13/9). Bantuan yang diberikan berupa dua puluh piring plastik untuk keperluan makan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita yang hadir. Bantuan diserahkan langsung oleh Relawan Inspirasi Rumah Zakat Desa Berdaya Dukuh, Dwi Pujiyanto yang juga membantu kegiatan posyandu sore itu.
Dwi Pujiyanto, Relawan Inspirasi Rumah Zakat mengatakan bahwa bantuan yang diberikan memang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan posyandu. Piring sering digunakan untuk makan bagi balita yang datang memeriksakan pertumbuhan dan perkembangannya bersama ibunya.
“Kali ini kami memberikan bantuan perlengkapan berupa dua puluh piring plastik untuk tempat pemberian makanan tambahan atau PMT. Sebelumnya sudah kami tawarkan kepada kader posyandu perihal perlengkapan yang dibutuhkan. Dan mereka menghendaki piring tersebut,” kata Dwi Pujiyanto.
Sri Subekti, salah satu kader Posyandu yang sore itu bertugas mengucapkan terima kasih banyak kepada Rumah Zakat yang telah memberikan bantuan perlengkapan tersebut. Perlengkapan yang diberikan sangat membantu kegiatan posyandu dan akan kami manfaatkan dengan baik.
“Terima kasih, Mas Dwi dari Rumah Zakat atas bantuan piring ini. Piring ini akan kami manfaatkan untuk tempat pemberian makanan tambahan. Karena biasanya dalam suatu waktu selain pemeriksaan juga ada penyuluhan yang mana semua orang tua dan balita kumpul jadi satu tidak datang pergi. Nah, di saat itulah kami menyajikan makanan yang bisa dimakan bersama seperti bubur, sup, dan sebagainya,” kata Sri Subekti.
Pada bulan ini, yaitu bulan September 2018 selain penimbangan berat badan juga dilakukan pemberian obat cacing bagi balita yang berusia di atas dua tahun. Diharapkan dengan pemeriksaan secara rutin dan berkala kesehatan para balita bisa terjaga dan tumbuh menjadi anak-anak yang sehat dan pintar.
#RumahZakat
#SharingHappiness
#DesberDukuh
#SalatigaSmart
#RelawanInspirasi
#PosyanduSalatiga
Share:

Relawan Rumah Zakat Isi Pengajian Majelis Taklim

Dwi Pujiyanto, Relawan Inspirasi Rumah Zakat memberikan tausiyah dalam kegiatan pengajian rutin Majelis Taklim Ibu-ibu Masjid Nurul Islam Perumahan Griya Dukuh Asri
Salatiga-Relawan Inspirasi Rumah Zakat Desa Berdaya Dukuh, Dwi Pujiyanto menjadi penceramah dalam pengajian Majelis Taklim Ibu-ibu Masjid Nurul Islam Perumahan Griya Dukuh Asri Salatiga, Ahad (2/9). Pengajian majelis taklim ini sudah berjalan rutin setiap hari Ahad pekan pertama dan ketiga. Kegiatan yang diikuti oleh jamaah ibu-ibu warga muslim RW 09 Kelurahan Dukuh ini digelar di Masjid Nurul Islam dan dimulai setiap pukul 16.00 WIB.
Dalam kesempatan sore itu, Dwi Pujiyanto, Relawan Inspirasi Rumah Zakat menyampaikan tausiyah tentang keutamaan berzikir kepada Allah SWT. Ia memulai dengan membacakan surat Al-Baqarah ayat 152 yang artinya “Dan, berzikirlah (ingatlah) kamu kepada-Ku, niscaya Aku pun akan senantiasa mengingat kalian.” (Q.S. Al-baqarah: 152). Kemudian juga disampaikan sebuah ayat yang menerangkan betapa besar pahala yang akan didapat oleh seorang muslim manakala senantiasa berzikir kepada Allah SWT dalam setiap kondisi dan kesempatan. “Orang-orang yang banyak berzikir kepada Allah, baik laki-laki maupun perempuan, maka Allah sediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang sangat besar.” (Q.S. Al-Ahzab: 35).
Dan juga ditambahkan beberapa hadits Rasulullah Muhammad SAW tentang keutamaan berzikir kepada Allah. Salah satu hadits yang disampaikan, “Siapa yang bertasbih setelah setiap sholat tiga puluh tiga (kali) dan bertahmid tiga puluh tiga (kali) dan bertakbir tiga puluh tiga (kali). Itu (semua) adalah sembilan puluh sembilan lalu ia berkata menggenapkan seratus (dengan mengucapkan) “La ilaha illallahu wahdahu la syarika lahu lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syain qadir “, maka akan diampuni dosa-dosanya walaupun seperti buih lautan”. (HR. Muslim).

Ia mengajak kepada jamaah majelis taklim, dengan adanya banyak keterangan mengenai keutamaan berzikir kepada Allah tersebut, sudah seharusnya setiap muslim beristiqomah melanggengkan ibadah berzikir kepada Allah. Seorang muslim harus senantiasa mensyukuri nikmat-Nya, menyucikan asma-Nya, dan mengagungkan nama-Nya baik dalam keadaan berdiri, duduk, maupun berbaring. Sungguh merugi dan naïf apabila seorang muslim enggan menunaikan shalat dan tidak mau berzikir kepada Allah. Padahal Allah senantiasa memberikan karunia dan nikmat yang sangat banyak kepada manusia bahkan nikmat tersebut tidak bisa dihitung karena begitu banyaknya.

“Ibu-ibu, jamaah pengajian, marilah senantiasa membasahi lisan kita dengan berzikir kepada Allah. Sudah cukup banyaklah penjelasan mengapa kita harus senantiasa berzikir kepada Allah baik dari Al-Quran maupun hadits. Semoga kita termasuk hamba-Nya yang terjaga selalu berzikir kepada Allah dan terhindar dari perilaku sombong dan kufur terhadap nikmat yang selalu Allah berikan kepada kita,” ajak Dwi Pujiyanto.

Ibu Hj. Siti Latifah, selaku Ketua Majelis Taklim Ibu-ibu Masjid Nurul Islam menyampaikan terima kasih kepada Ustadz Dwi Pujiyanto dari Rumah Zakatyang telah memberikan tausiyah dan membimbing jamaah ibu-ibu dalam mendalami pelajaran agama. Ia berdoa semoga apa yang diberikan oleh Rumah Zakatbermanfaat bagi ibu-ibu dan menjadi amal sholih bagi Ustadz Dwi Pujiyanto.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Ustadz Dwi Pujiyanto atas tausiyahnya. Terima kasih juga selama ini sudah memberikan bimbingan kepada ibu-ibu untuk mendalami pelajaran agama semoga bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Ibu Hj. Latifah yang juga sangat support terhadap berbagai program Rumah Zakat di Desa Berdaya Dukuh.

#RumahZakat #RelawanInspirasi #MajelisTaklim #SharingHappiness #DesaBerdayaDukuh #SalatigaSmart
Share:

Semangat Ibu-ibu Belajar Membaca Al-Quran

Salatiga-Setelah sempat beberapa pertemuan libur karena banyaknya agenda HUT Kemerdekaan RI ke-73, Jumat (31/8) sejumlah ibu-ibu di Desa Berdaya Dukuh kembali bersemangat mengikuti kegiatan rutinitas belajar membaca Al-Qur'an. Kegiatan belajar membaca Al-Quran dari nol kelompok ibu-ibu dilaksanakan setiap hari Jumat sore bertempat di rumah Ketua Majelis Taklim RW 09, Rumah Ibu Hj. Latifah.

Ibu-ibu semangat belajar membaca Al-Quran
Sejauh ini mereka sudah mulai pengenalan bacaan panjang mad jaiz dan mad wajib. Metode pembelajaran yang dipakai menggunakan metode pembelajaran Al-Qur'an metode UMMI. Kegiatan belajar membaca Al-Qur'an yang dulu beranggotakan 9 orang ini sekarang menjadi 19 orang. Hal ini menandakan semangat dan keinginan ibu-ibu untuk bisa membaca Al-Quran sangat besar. Meskipun sudah berlanjut usia, tidak mengurangi semangat mereka.

Tidak jarang dalam pembelajaran disertai dengan tawa dikarenakan salah mengucap huruf hijaiyah atau sikap yang lain. Ibu-ibu mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Sri Warningsih, salah satu peserta selalu mengucapkan terima kasih kepada Rumah Zakat yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

"Terima kasih kepada Rumah Zakat. Terima kasih kepada Mas Dwi yang telah membimbing kami dengan sabar. Sekarang sudah lebih baik daripada dulu ibu-ibu tidak mengenal huruf hijaiyah sama sekali. Semoga menjadi amal baik Mas Dwi," kata Mbah Ninin sebutan sehari-hari Sri Warningsih.

Dwi Pujiyanto, Relawan Inspirasi Rumah Zakat mengatakan bahwa kegiatan ini terlaksana sejak ia bergabung menjadi Relawan Inspirasi Rumah Zakat satu tahun yang lalu. Ia bersyukur respon dan anemo masyarakat baik. Selain kelompok ibu-ibu juga ada kelompok remaja putra dan remaja putri.

"Alhamdulillah sampai sekarang ini kegiatan belajar membaca Al-Quran berjalan dengan baik. Anemo masyarakat sangat baik. Bahkan mereka tidak rela kalau dalam satu minggu ada liburnya. Kalau di hari yang disepakati kebetulan ada yang berhalangan maka mereka mencari hari lain agar dalam satu minggu tidak ada yang libur. Saya senang dengan semangat ibu-ibu tersebut," kata Dwi Pujiyanto.

#RumahZakat
#RelawanInspirasi
#SharingHappiness
#DesaBerdayaDukuh
#AyoMengaji
Share:

Rumah Zakat Beri Bantuan Modal Penjual Jamu Keliling

Dwi Pujiyanto, Relawan Inspirasi Rumah Zakat Desa Berdaya Dukuh memberikan bantuan modal usaha kepada Bapak Kemat, Penjual jamu tradisional, Senin (28/8) di RW 09 Kelurahan Dukuh.
Salatiga-Rumah Zakat melalui Relawan Inspirasi Desa Berdaya Dukuh, Senin (27/8) memberikan bantuan modal usaha kepada salah seorang penjual jamu keliling di Kota Salatiga. Bantuan modal usaha kali ini diberikan kepada Bapak Kemat warga RW 09 Kelurahan Dukuh yang sehari-hari berjualan jamu keliling dengan menggunakan sepeda motornya.
Dwi Pujiyanto, Relawan Inspirasi Rumah Zakat mengatakan bahwa bantuan modal usaha ini diberikan agar dimanfaatkan untuk pengembangan usaha dan menambah penghasilan. Tidak hanya itu, setelah menerima bantuan, secara intensif ia akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari Rumah Zakat.
“Rata-rata para pelaku usaha kecil mendapatkan kendala dari sisi permodalan. Oleh karena itu, Rumah Zakat mengucurkan program bantuan modal usaha agar bisa membantu pengembangan usaha para pelaku usaha kecil. Selain bantuan modal, kami juga akan intens melakukan pembinaan dan pendampingan supaya bantuan yang diberikan bisa terevaluasi,”kata Dwi Pujiyanto.
Ia menambahkan pada bulan Agustus ini Rumah Zakat memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp750.000 yang kemudian diberikan kepada dua orang, Bapak Kemat Rp400.000 sedang sisanya kepada pelaku usaha lain.
Pak Kemat, sebutan sehari-hari bapak dari dua anak perempuan ini mengaku senang akan bantuan yang diberikan oleh Rumah Zakat. Ia sangat bersyukur lantaran ia sedang membutuhkan modal usaha untuk mengganti beberapa peralatan membuat jamu yang sudah rusak.
“Terima kasih kepada Rumah Zakat yang telah memberikan bantuan modal usaha. Inilah yang saya rasakan rezeki yang tidak disangka-sangka. Pas saya lagi butuh untuk membeli beberapa peralatan usaha, eh, Mas Dwi dari Rumah Zakat memberikan bantuan. Saya bersyukur,alhamdulillah,” kata Bapak Kemat yang sampai sekarang masih harus berpindah-pindah tempat tinggal mencari kontrakkan karena belum memilikirumah tetap.
Dwi Pujiyanto melanjutkan, “Semoga usaha jamu Bapak Kemat bisa berkembang dan suatu saat nanti bisa digunakan untuk membeli rumah. Amin.”
Share:

Tingkatkan Ukhuwah, Rumah Zakat Ajak Remaja Bermain Futsal

Relawan Inspirasi Rumah Zakat Desa Berdaya Dukuh, Dwi Pujiyanto (memakai rompi) berpose bersama remaja Dukuh sebelum bermain olahraga futsal.
Salatiga-Dalam rangka meningkat ukhuwah antar remaja, Rumah Zakat mengajak puluhan remaja di RW 09 Kelurahan Dukuh bermain futsal, Sabtu (21/7) di Centro Futsal Randuares, Argomulyo, Salatiga. Olahraga menjadi salah satu kegiatan rutin pilihan sebagai bentuk pembinaan karakter bagi remaja selain untuk menjaga kebugaran dan kesehatan.
Memang bukan kali pertama olahraga futsal ini digelar. Kegiatan olahraga seperti basket, volley, renang juga diprogramkan rutin bergantian dalam kurun waktu satu bulan. Dwi Pujiyanto, Relawan Inspirasi Rumah Zakat mengatakan bahwa membina remaja untuk menjadi generasi yang berkarakter diperlukan pendekatan yang sesuai dengan psikologi dan bakat minat remaja. Kegiatan pembinaan harus disusun bervariasi agar para remaja selalu antusias dalam mengikuti kegiatan yang positif.
“Membina remaja memang tidak mudah. Kita harus masuk ke segi kehidupan remaja termasuk bakat minatnya. Kegiatan pembinaan pun harus selalu bervariasi agar para remaja antusias dalam lingkungan dan kegiatan positif. Sehingga mereka akan terhindar dari kenakalan remaja dan pengaruh perilaku-perilaku yang negatif,” kata Dwi Pujiyanto.
Calvin (17) salah satu siswa SMK Negeri di Salatiga yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku senang. Meskipun salah satu kakinya sedang cidera ringan ia tetap ikut bermain karena sebagai ajang silaturrahim dan kebersamaan bagi remaja.
“Saya senang bermain futsal. Meskipun kaki saya sedang sakit tapi saya tetap bermain. Itu semua demi kebersamaan dan untuk menjalin  silaturrahim antar remaja,” kata Calvin remaja dari RT 02.
Permainan futsal berlangsung selama dua jam dimulai pukul 13.00 WIB dan berakhir pukul 15.00 WIB. Sewa lapangan dan kebutuhan minum didukung dari Rumah Zakat. Kegiatan futsal ditutup dengan shalat asar berjamaah di masjid yang lokasinya dekat dengan lapangan futsal.
Share:

Rumah Zakat Support Kegiatan Posyandu Balita


Relawan Inspirasi Rumah Zakat Desa Berdaya Dukuh sedang membantu menimnbang berat badan balita yang mengikuti program Posyandu Balita di RW 09 Kelurahan Dukuh
Salatiga-Rumah Zakat melalui Relawan Inspirasi Desa Berdaya Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Dwi Pujiyanto memberikan support terhadap kegiatan Posyandu Balita di lingkungan RW 09 Kelurahan Dukuh, Jumat (13/7). Dukungan yang diberikan berupa uang nominal untuk kegiatan Posyandu ataupun untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita.
Dwi Pujiyanto, Relawan Inspirasi Rumah Zakat yang juga hadir membantu kegiatan Posyandu sore itu mengatakan bahwa bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian Rumah Zakat terhadap tumbuh kembang generasi Indonesia masa yang akan datang. Kalau generasi Indonesia sehat maka bangsa dan Negara Indonesia akan maju dan sejahtera. Rumah Zakat sendiri juga memiliki program Senyum Sehat bahkan di beberapa tempat sudah berdiri dan beroperasi Rumah Bersalin Gratis (RBG) Rumah Zakat seperti di Kota Semarang, Bandung, Surabaya, DIY, dan kota besar lainnya.
“Rumah Zakat mempunyai program kepedulian terhadap kesehatan warga Indonesia dengan nama program rumpun ‘Senyum Sehat’. Termasuk kegiatan posyandu di lingkungan RW 09 ini. Di beberapa tempat kota besar bahkan Rumah Zakat mendirikan Rumah Bersalin Gratis (RGB) bagi warga kurang mampu,” kata Dwi Pujiyanto.
Posyandu Balita “Anyelir” dilaksanakan rutin setiap bulan sekali yaitu setiap tanggal 13 dan dilaksanakan di balai RT 03 RW 09. Seluruh warga sangat antusias datang ke Posyandu untuk memeriksakan pertumbuhan dan perkembangan anak-anaknya. Ada sekitar 30 sampai 40 balita yang aktif mengikuti kegiatan Posyandu. Kader Posyandu yang terdiri dari empat sampai lima orang dengan sabar melayani warga sejak setelah asar hingga menjelang waktu magrib.
Ibu Suloso, Ketua Posyandu mengatakan bahwa kegiatan Posyandu dilaksanakan rutin setiap bulan sekali untuk memantau perkembangan, pertumbuhan, dan kesehatan balita di lingkungan RW 09. Hal itu dilakukan agar seluruh balita tumbuh dengan sehat dan tidak ditemukan kasus gizi buruk. Oleh karenanya selain para balita mendapatkan pemeriksaan kesehatan seperti menimbang berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan pemberian vitamin juga diberikan pemberian makanan tambahan.
“Alhamdulillah warga sangat antusias mengikuti kegiatan Posyandu. Setiap balita yang rajin datang ke Posyandu pasti kesehatan dan pertumbuhannya akan terpantau. Baik berat badannya, tinggi badannya, dan yang lainnya. Selain itu setiap yang datang akan diberikan makanan tambahan untuk menunjang gizi balita,” kata Ibu Suloso.
Share:

Program Penuntasan Buta Aksara bagi Remaja di Desa Berdaya Dukuh



Kegiatan belajar membaca Al-Quran kelompok remaja putra
Salatiga-Relawan Inspirasi Yayasan Desa Berdaya Kelurahan Dukuh memberikan bimbingan belajar membaca Al-Qur'an kepada sejumlah remaja, Jumat (23/3) di kediamannya Jalan Sumantri Raya No. 14 Dukuh Salatiga. Kegiatan belajar membaca Al-Qur'an bagi remaja ini merupakan salah satu turunan dari program penuntasan buta aksara Al-Qur'an untuk usia remaja dan dewasa yang mereka belum bisa atau belum lancar membaca Al-Qur'an. Kegiatan belajar membaca Al-Qur'an di Desa Berdaya Kelurahan Dukuh ini sudah ada tiga kelompok yang berjalan, yaitu kelompok remaja putra, kelompok remaja putri, dan kelompok ibu-ibu lansia. Program ini sudah berjalan sekitar setengah tahun ini.

Dwi Pujiyanto, Relawan Inspirasi Yayasan Desa Berdaya Kelurahan Dukuh mengatakan bahwa para peserta yang mengikuti program ini sangat bersemangat. Mereka tidak malu atau canggung untuk bergabung belajar membaca Al-Qur'an meskipun dari nol. Justru mereka tidak ingin libur dalam sepekannya meskipun ada agenda yang bersamaan. Mereka meminta untuk mencari hari lain agar dalam sepekan tidak ada yang kosong.

"Mereka sangat antusias menyambut program ini. Terbukti sejak berjalannya program ini sampai sekarang masih istiqomah. Malah ada peningkatan, yaitu bertambahnya peserta," kata Dwi Pujiyanto.

Kegiatan pembelajaran Al-Qur'an ini menggunakan metode pembelajaran Al-Qur'an metode UMMI. Sebuah metode pembelajaran yang berasal dari Surabaya. Buku dan alat peraga pembelajaran langsung diadakan dari Surabaya. Biaya yang dikeluarkan merupakan sumbangan dari para donatur Rumah Zakat. Ada juga bantuan dari donatur di wilayah program ini direalisasikan, seperti menyediakan tempat dan konsumsi saat pembelajaran. Semoga ke depan masyarakan muslim di Kelurahan Dukuh semuanya bisa membaca Al-Qur'an dengan tartil.

#RelawanInspirasi
#DesaBerdaya
#Dukuh #Salatiga
#SharingHappiness
Share:

Kang Dwi I Inspirasi Indonesia

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini