• Inspirasi Manfaat

    Sebaik-baik kamu adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain

  • Inspirasi BAIK

    Menjadi BAIK bertindak (Bertanggungjawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif)

  • Inspirasi Berdaya

    Mendorong dalam percepatan menuju perbaikan yang jauh lebih baik

  • Inspirasi Membangun

    Menjadi pribadi yang menebarkan kebaikan-kebaikan di tengah masyarakat

  • Inspirasi Mandiri

    Bermodal kemandirian untuk menggapai sukses di masa yang akan datang

Rabu, 21 Februari 2018

Pasca Libur Semester, Program Tahsin Al-Quran bagi Mahasiswi Berjalan Kembali

Relawan Inspirasi Yayasan Desa Berdaya sedang memberikan penilaian terhadap para mahasiswi yang mengikuti program Tahsin Al-Quran di Wisma Safira, Rabu malam (21/2).
Salatiga-Relawan Inspirasi Yayasan Desa Berdaya, Dwi Pujiyanto kembali melanjutkan program tahsin Al-Quran yang menyasar sejumlah mahasiswi, Rabu (21/2) pasca liburan semester perkuliahan. Rata-rata mereka dari luar Kota Salatiga. Sehingga pada masa libur semester yang hampir dua bulan, mereka habiskan waktu di kampung halaman.
Program pendalaman membaca Al-Quran ini merupakan permintaan dari sebanyak 11 mahasiswi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga yang mereka menyewa sebuah rumah di daerah Jalan Kasuari Sidomukti, Salatiga untuk ditempati sebagai wisma. Untuk mengisi kegiatan pada malam hari, mereka mendatangkan beberapa narasumber untuk memberikan tambahan wawasan keagamaan, salah satunya program tahsin Al-Quran.
Dwi Pujiyanto, Relawan Inspirasi Yayasan Desa Berdaya mengatakan bahwa para mahasiswi yang tinggal di Wisma Safira meminta untuk diadakan program tahsin Al-Quran ini bukan berarti mereka belum bisa membaca Al-Quran. Pada dasarnya mereka semua sudah bisa membaca Al-Quran. Namun memang masih perlu adanya pembenahan dari aspek makharijul huruf (keluarnya huruf), bacaan panjang, bacaan dengung, dan yang lainnya. Mereka selalu bersemangat, tidak enggan untuk mengulangi belajar dari huruf-huruf hijaiyah.
“Program tahsin Al-Quran ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas membaca Al-Quran para mahasiswi yang tinggal di wisma. Pada dasarnya mereka sudah bisa baca Al-Quran namun masih perlu dibenahi dan ditingkatkan,” kata Dwi Pujiyanto.
Dalam pembelajaran tahsin Al-Quran ini, Dwi Pujiyanto menggunakan metode pembelajaran Al-Quran metode UMMI. Ia sendiri sudah mengikuti program tahsin dari UMMI Foundation Surabaya dan mendapatkan lisensi atau sertifikasi sebagai guru Al-Quran. 
Share:

Selasa, 06 Februari 2018

Meraih Keberkahan Hidup

Ustadz Dwi Pujiyanto menyampaikan pengajian di hadapan puluhan ibu-ibu majelis taklim Masjid Nurul Islam Perumahan Griya Dukuh Asri Salatiga, Minggu (4/2/2018).

Salatiga-Seperti biasanya setiap hari Minggu pekan pertama, puluhan ibu-ibu duduk berputar di dalam Masjid Nurul Islam untuk mengikuti majelis taklim. Minggu kemarin (4/2/2018) giliran Ustadz Dwi Pujiyanto, Fasilitator Desa Berdaya Rumah Zakat Kelurahan Dukuh, Kota Salatiga menyampaikan materi pengajian.
Kali ini materi yang disampaikan oleh Ustadz Dwi Pujiyanto mengambil tema Keberkahan Hidup. Puluhan ibu-ibu majelis taklim Nurul Islam RW 09 Kelurahan Dukuh yang rata-rata berusia di atas 35 tahun menyimak dengan saksama kajian sore itu.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Dwi Pujiyanto menyampaikan alwaqtu huwal hayah, yang artinya waktu adalah kehidupan. Waktu sama berharganya dengan kehidupan. Dengan waktu yang terbatas itu, manusia dituntut untuk menunjukkan kualitas dirinya di hadapan Allah. Yang terpenting bukan lama atau sebentarnya waktu kita, tetapi pada keberkahan hidup yang harus diraih.
Para jamaah nampak menyimak dengan saksama pengajian
dari Ustadz Dwi Pujiyanto
“Hidup yang hanya sekali di dunia ini, kita dituntut oleh Allah meraih keberkahan hidup. Berkah artinya ziyadatul khoir, yaitu bertambah kebaikannya. Manakala setiap apapun yang kita hadapi, setiap apapun yang kita miliki, dan setiap apapun yang kita lakukan semakin mendorong kita untuk melakukan kebaikan, maka itulah keberkahan hidup,” kata Ustadz Dwi Pujiyanto.
Di akhir pengajian, ada dua jamaah yang minta didoakan karena dalam waktu dekat akan melaksanakan ibadah umroh ke tanah suci, Mekkah. Seluruh jamaah pun mengamini doa yang dipimpin oleh Ustadz Dwi Pujiyanto. “Jangan lupa panggil kami, doakan kami dari sana, ya, Bu,” pinta Ustadz Dwi Pujiyanto kepada jamaah yang akan menunaikan ibadah umroh.
Share:

Minggu, 04 Februari 2018

Kembali, Rumah Zakat Bagikan Nasi Bungkus Gratis

Dwi Pujiyanto, Relawan Inspirasi Rumah Zakat memberikan nasi bungkus gratis kepada tukang becak yang sedang menunggu pelanggan di Jalan Jendral Sudirman Salatiga, Minggu (4/2/2018).
Salatiga, rumahzakat.org-Rumah Zakat melalui Relawan Inspirasi Kelurahan Dukuh bersinergi dengan Remaja Masjid Nurul Islam Perumahan Griya Dukuh Asri Salatiga membagikan nasi bungkus gratis kepada para dhuafa, Minggu (4/2/2018). Sebanyak 50 nasi bungkus terbagi dalam waktu yang tidak lama. Para remaja masjid berboncengan dengan kendaraan bermotor mereka berkeliling di jalan-jalan kota dan desa.
Dwi Pujiyanto, Relawan Inspirasi Rumah Zakat sekaligus koordinator kegiatan gerakan Menebar Nasi Bungkus (Menabung) Gratis mengatakan bahwa nasi bungkus ini menyasar para dhuafa yang masih memiliki kemauan untuk berusaha menjemput rizki, seperti pemulung, tukang becak, pemungut sampah, dan lain-lain.
“Nasi bungkus yang kita siapkan, kita bagikan kepada para pemulung, tukang becak, pemungut sampah, dan pekerja serabutan yang kita temui di jalan-jalan. Para penerima nasi bungkus merespon dengan sangat bagus. Tak hanya mengucapkan terima kasih, mereka juga mendoakan kami dengan doa yang panjang,” kata Dwi Pujiyanto.
Lebih lanjut, Dwi Pujiyanto juga menjelaskan pembagian nasi bungkus gratis ini sebagai bentuk kepedulian kita kepada sesama yang dilaksanakan rutin setiap bulan.  Ia mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah berpartisipasi memberikan bantuan dananya sehingga kegiatan bisa berjalan sukses. Semoga ke depan para donatur bisa terus bekerjasama dalam kegiatan yang bermanfaat dan positif ini.
Share:

Rabu, 31 Januari 2018

Rumah Zakat Galakkan Olahraga

Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Dwi Pujiyanto bersama remaja bersiap bermain basket
Salatiga-Sebagai realisasi program senyum sehat dan pembinaan remaja, Rumah Zakat ajak remaja di wilayah kelurahan Dukuh bermain bola basket di lapangan SMK N 2 Salatiga, Ahad (28/1/2018).  Hal ini dimaksudkan agar tumbuh kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan untuk mengisi waktu libur para remaja dengan kegiatan yang positif.

Relawan Inspirasi Rumah Zakat Desa Berdaya Kelurahan Dukuh, Dwi Pujiyanto, mengatakan banyak potensi yang perlu digali dari para remaja khususnya dalam bidang olahraga. Apalagi Kota Salatiga merupakan kota olahraga, terutama dalam bidang atletik.

“Saya yakin banyak potensi yang belum tergali dari para remaja di Kota Salatiga dalam bidang olahraga,” kata Dwi Pujiyanto


Selain itu juga untuk memasyarakatkan berbagai permainan olahraga yang pada zaman ini banyak ditinggalkan oleh kalangan remaja karena mereka mulai asyik bermain playstation, gawai, dan internet. Harapannya gerakkan untuk berolahraga ini bisa mengantisipasi dari dampak-dampak negative dari kemajuan teknologi.


Share:

Selasa, 02 Januari 2018

Berbagi Prinsip Pribadi Yang Penuh Arti

Berbagi prinsip pribadi yang penuh arti
www.rumahzakat.org
#ImSharing
#ImHappy
#CarakuBerbagi
#RelawanInspirasi

Share:

Berbagi Berarti Mensyukuri Pemberian Illahi Rabbi

Berbagi berarti mensyukuri pemberian Illahi Rabbi
www.rumahzakat.org
#ImSharing
#ImHappy
#CarakuBerbagi

Share:

Kamis, 05 Oktober 2017

Musim Hujan Tiba, Rumah Zakat Ajak Warga Tanam Sayuran

Warga RW 09 Kelurahan Dukuh menerima pembagian bibit gratis dari Rumah Zakat untuk ditanam di pekarangan rumah
Salatiga-Rumah Zakat mengajak warga masyarakat di RW 09 Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga untuk menggalakkan budaya menanam di pekarangan rumah. Hal ini menyikapi mulai turunnya hujan di hari-hari terakhir ini. Pada hari Rabu (4/10), fasilitator Desa Berdaya Rumah Zakat membagikan ratusan bibit tanaman sayur gratis kepada warga untuk ditanam. Jenis tanaman tersebut merupakan tanaman sayuran seperti cabai, terong, tomat, seledri, brokoli, dan onclang.
Sebelum dibagikan bibit tanaman, terlebih dahulu beberapa warga diberikan edukasi tentang mewujudkan Kawasan Rumah Pangan Lestari atau KRPL dengan tajuk “Bincang-bincang Mewujudkan KRPL yang Sukses”. Sebagai narasumber dari acara tersebut seorang pakar pertanian yang juga perintis KRPL di Kota Salatiga. Beliau adalah Awaludin Isnaini lulusan sarjana pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Bahkan di bawah asuhan beliau, pada tahun 2012 lingkungan tempat tinggalnya pernah menjadi model KRPL se-Kota salatiga.
Ia mengatakan bahwa untuk menciptakan KRPL yang sukses diperlukan dua syarat, yaitu harus didasari karena rasa cinta untuk menanam dan menjadikan hal itu sebagai kebutuhan. Karena kalau tidak didasari dengan dua hal tersebut maka usaha yang kita lakukan tidak akan berjalan permanen. Pasti dalam waktu cepat atau lambat akan mengalami hambatan dan akhirnya putus asa. Oleh karenanya untuk mewujudkan KRPL yang sukses diperlukan keuletan dan perawatan yang berkelanjutan.
“Agar usaha dalam mewujudkan KRPL bisa sukses, kita harus memulainya dengan dua syarat yaitu didasari rasa cinta dan kebutuhan. Sehingga upaya yang kita lakukan akan berlangsung lama dan berkelanjutan. Setelah panen lalu tanaman mati, kalau kita cinta dan butuh maka akan ditanami bibit yang baru lagi. Begitu seterusnya,” kata Awaludin Isnaini
Ia menambahkan untuk memulai dalam pelestarian lingkungan di lahan yang sempit bisa dilakukan dengan cara menanam tanaman yang mudah tumbuh, tahan terhadap hama, dan bertahan lama. Diantaranya seperti tanaman strawberry, gingseng jawa, dan pegagan.
Para peserta sangat antusias mengikuti kelas pertanian tersebut. Terbukti hampir seluruh peserta bertanya atau curhat tentang kendala-kendala mereka dalam menanam baik tanaman mati atau tanaman tidak tumbuh secara normal. Pemateripun menjawab dengan jelas dan mudah diterima. Awaludin Isnaini memang sudah berpengalaman dalam bidang pertanian terbukti ia berhasil membina beberapa kelompok tani di Kota Salatiga menjadi sukses.
Dwi Pujiyanto, fasilitator Desa Berdaya Kelurahan Dukuh Kota salatiga mengatakan bahwa kegiatan kelas pertanian untuk lahan sempit dan pembagian bibit ini merupakan program “Senyum Lestari” dari Rumah Zakat. Masyarakat didorong untuk menggalakkan budaya menanam di lingkungan rumah. Hal itu bertujuan untuk menciptakan kelestarian lingkungan yang hijau dan asri. Selain itu juga bisa menyediakan akan kebutuhan sayur-sayuran yang sehat untuk dimasak setiap hari bahkan diharapkan ke depan bisa menghasilkan pendapatan tambahan dari usaha menanam tersebut.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lestari dan hijau. Selain itu juga untuk mensuplai sayuran yang bersih dan sehat hasil tanam sendiri untuk dikonsumsi sehari-hari. Bahkan ke depan bisa diharapkan bisa sebagai sumber pendapatan tambahan penghasilan warga,” kata Dwi Pujiyanto.
Sri Watiningsih atau yang akrab disapa Eyang Ti oleh warga mengaku sangat senang dan berterima kasih diberikan kesempatan untuk mengikuti kelas edukasi pertanian yang diadakan Rumah Zakat. Ia pun langsung tertarik dan berkeinginan untuk langsung berkunjung ke rumah narasumber untuk belajar lebih banyak dan memesan bibit tanaman.

“Senang sekali bisa ikut acara ini, menambah wawasan saya dalam bidang tanam-menanam. Bapak rumahnya mana? saya kapan-kapan tak berkunjung, mau belajar lebih banyak tentang KRPL dan melihat langsung lingkungan asri di daerah Anda,” kata Sri Watiningsih.
Share:

Kang Dwi I Inspirasi Indonesia

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini